1.
Keberadaan di alam :
Merupakan
unsur peringkat keempatbelas sesudah oksigen pada kulit bumi. Di alam terdapat
sebagai kawah vulkanik (keadaan bebas), sebagai sulfat dan sulfide, galena,
PbS, pirit, FeS2, zink blende, ZnS.
Terdapat bebas di
alam, terutama di daerah gunung berapi. Dikenal dalam 2 bentuk alotropi, yaitu
monoklin (di atas suhu 96 °C) dan rombik (di bawah suhu 96 °C).
2.
Pengolahan :
Pembuatan dengan 2 cara:
a.
Metode Frasch (yang ada di dalam tanah)
Ke dalam tanah
yang mengandung belerang dimasukkan air dan udara panas dilewatkan sehingga
belerang menjadi cair dan menguap kemudian akan timbul ke atas.
b.
Metode Sisilia (yang ada di permukaan
tanah)
Pembuatan H2SO4ada 2 cara:
a.
Proses Kontakdengan bahan baku SO2,
katalisnyaV2O5
b.
Proses Bilik Timbal dengan bahan baku SO2,
katalisnya uap nitroso (campuran NO dan
NO2)
3.
Penggunaan :
a.
Dipakai
sebagai bahan dasar pembuatan asam sulfat
b.
Digunakan
dalam baterai
c.
Dipakai
pada fungisida dan pembuatan pupuk
d.
Digunakan
pada korek dan kembang api
e.
Digunakan
sebagai pelarut dalam berbagai proses
f.
Elektrolit
accu
g.
Tawas
h.
Pupuk
ZA (NH4)SO4
i.
Gips
MgSO4
j.
Obat
pencahar / garam inggris
k.
Bahan
vulkanisasi karet
l.
Seng
sulfida digunakan sebagai bahan pelapis pada layar
4.
Bahaya :
a.
Elemen
sulfur adalah non-toksik, tapi dapat membakar, menghasilkan sulfur dioksida (SO2).
Meskipun sulfur dioksida cukup aman untuk digunakan sebagai aditif makanan
dalam jumlah kecil, pada konsentrasi tinggi itu merugikan paru-paru , mata atau
lainnya jaringan. Trioksida belerang dan asam sulfat sama-sama sangat korosif,
karena asam kuat yang terbentuk pada reaksi dengan air.
b.
Pembakaran
batubara dan atau minyak bumi oleh industri dan pembangkit listrik menghasilkan
sulfur dioksida (SO2), yang bereaksi dengan air atmosfer dan oksigen
untuk menghasilkan asam sulfat (H2SO4) dan asam sulfur (H2SO3). Asam ini adalah komponen dari hujan asam,
yang menurunkan pH dari tanah dan badan air tawar, kadang-kadang menyebabkan
kerusakan besar pada lingkungan dan pelapukan kimiawi dan struktur
patung-patung.
c.
Hidrogen
sulfida kurang memungkinkan mengakibatkan keracunan dari jumlah kecil yang
dihirup, karena bau nya yang menyengat.
Namun, meskipun sangat menyengat pada hirupan pertama, hidrogen sulfida
cepat mematifungsikan indera penciuman, sehingga calon korban bernapas jumlah
yang lebih besar tidak menyadari adanya senyawa tersebut (hal ini kemudian
dapat dengan cepat menyebabkan kematian).