1.
Keberadaan di alam :
Merupakan unsur peringkat kedua sesudah oksigen pada
kulit bumi. Di alam terdapat sebagai pasir kuarsa, SiO2, albit,
NaAlSi3O8, Anortif, Ca(AlSiO4), muskavit, KAl2(AlSi3O10)(OH)2.
Peringkat ke-2 terbanyak di kulit bumi setelah oksigen
(28%). Terdapat sebagai :
- Silikia (SiO2)
→contoh : pasir, batu api opal/baiduri, kuarsa/bahan pembuat gelas
- Senyawa
silikat (SiO32-) → contoh : tanah liat, mika, asbes.
2.
Pengolahan :
Silikon dihasilkan dengan mereduksi kuarsa dan pasir dengan karbon
berkualitas tinggi dengan menggunakan tungku listrik yang bersuhu
3000°C. Silikon dengan
kemurnian tinggi dihasilkan dengan reduksi SiHCl3 dengan menggunakan
hidrogen. SiHCl3 dihasilkan dengan
melakukan hidrokhlorasi silikon berkemurnian rendah diikuti dengan
pemurnian.
SiO2 + 2C → Si + 2CO
3.
Penggunaan :
a.
Bahan bakar pada pembuatan jenis-jenis gelas
atau kaca.
b.
Bahan-bahan solar sel.
c.
Sebagai semikonduktor.
4.
Bahaya :
Di masyarakat, kata silikon bukan lagi hal yang tabu
terutama di bidang kecantikan. Penggunaan silikon khususnya yang cair sudah di
larang oleh pemerintah sejak tahun 1970. Namun hingga kini masih saja terjadi
penyalahgunaan penyuntikan untuk tujuan mempercantik bagian tubuh tertentu para
wanita. Hal ini di lakukan karena kurangnya pengetahuan terhadap silikon itu
sendiri. Penyuntikan silikon cair tidak mengakibatkan kematian, tetapi dapat
mengakibatkan kerusakan jaringan yang bersifat permanen. Kerusakan tersebut
terjadi karena silikon cair yang disuntikkan langsung ke dalam tubuh seperti
sifat cairan umumnya akan mencari tempat yang rendah. Sebagian silikon mungkin
berkumpul di tempat- tempat tertentu sehingga membentuk benjolan.
No comments:
Post a Comment