Friday, November 25, 2011

Aluminium (Al)



1.      Keberadaan di alam :

Merupakan unsur peringkat ketiga sesudah oksigen pada kulit bumi. Di alam terdapat sebagai mineral bauksit Al2O3.xH2O dan klorit Na3AlF6.
Al merupakan logam paling banyak terkandung dalam kulit tidak ditemukan dalam keadaan bebas di alam, tetapi dalam bentuk persenyawaan (bijih) :
-          Bauksit (Al2O3. 2 H2O)
-          Kriolit (Na3AlF6)
-          Feldspar (K2O.Al2O3.3SiO3)
-          Tanah liat (Al2Si2O7.2 H2O)
-          Mika (K-Mg-Al silikat)



2.      Pengolahan :

Pemurnian bauksit untuk memperoleh alumina :
Pada proses pertama ini setelah bauksit ditambang kemudian bauksit direaksikan dengan larutan NaOH. Aluminium oksida akan larut membentuk NaAl(OH)4 dengan reaksi :
Al2O3 (s) +2NaOH (aq) + 3H2O (l) à 2NaAl(OH)4   (aq)
Kemudian larutan disaring filtrat yang mengandung NaAl(OH)4 kemudian diasamkan dengan mengalirkan gas karbon dioksida sehingga aluminium akan mengendap sebagai Al(OH)3 dengan reaksi :
2NaAl(OH) (aq) + CO2 (g) à 2Al(OH)3 (s) + Na2CO3 (aq) + H2O (l)
Kemudian endapan Al(OH)3 disaring dan dikeringkan dan dipanaskan sehingga diperoleh Al2O3 tak berair
2Al(OH)3 (s) à  Al2O3 (s) + 3H2O (g)



3.      Penggunaan :
a.      Banyak dipakai dalam industri pesawat
b.      Untuk membuat konstruksi bangunan
c.       Dipakai pada berbagai macam aloi
d.      Untuk membuat magnet yang kuat
e.      Tawas sebagai penjernih air
f.        Untuk membuat logam hybrid yang dipakai pada pesawat luar angkasa
g.      Membuat berbagai alat masak (Al 90% Mg 10%)
h.      Menghasilkan permata bewarna-warni: Sapphire, Topaz,dll.



4.      Bahaya :

a.      Meskipun toksisitas akut sangat rendah, efek kesehatan dari aluminium yang menarik mengingat terjadinya luas dari elemen dalam lingkungan dan dalam perdagangan

b.      Karena aluminium bersaing dengan kalsium untuk penyerapan, peningkatan jumlah dari aluminium makanan dapat berkontribusi pada mineralisasi tulang yang berkurang (osteopenia) diamati pada bayi premature.

c.       Dalam dosis yang sangat tinggi, aluminium dapat menyebabkan neurotoksisitas, dan berhubungan dengan fungsi diubah dari penghalang darah menuju otak.

d.      Sejumlah kecil orang alergi dengan aluminium dan mengalami dermatitis kontak, gangguan pencernaan, muntah atau gejala lain pada kontak atau mengkonsumsi produk yang mengandung aluminium, seperti deodoran atau antasida. 

e.      Pada mereka yang tidak alergi, aluminium tidak begitu beracun, tapi ada beberapa toksisitas jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

f.        Meskipun penggunaan aluminium pada peralatan masak belum terbukti menyebabkan toksisitas, konsumsi berlebihan antasida yang mengandung senyawa aluminium dan penggunaan berlebihan dari aluminium yang mengandung antiperspirant memberikan tingkat eksposur yang lebih signifikan.  Studi telah menunjukkan bahwa konsumsi makanan yang bersifat asam atau cairan dengan aluminium secara signifikan meningkatkan penyerapan aluminium dalam tubuh sehingga meningkatkan akumulasi aluminium pada saraf dan jaringan.

No comments:

Post a Comment