1.
Keberadaan di
alam :
Merupakan unsur peringkat ketiga sesudah
oksigen pada kulit bumi. Di alam terdapat sebagai mineral bauksit Al2O3.xH2O
dan klorit Na3AlF6.
Al merupakan logam paling banyak terkandung
dalam kulit tidak ditemukan dalam keadaan bebas di alam, tetapi dalam bentuk
persenyawaan (bijih) :
-
Bauksit (Al2O3.
2 H2O)
-
Kriolit (Na3AlF6)
-
Feldspar (K2O.Al2O3.3SiO3)
-
Tanah liat
(Al2Si2O7.2 H2O)
-
Mika (K-Mg-Al
silikat)
2.
Pengolahan :
Pemurnian bauksit untuk memperoleh alumina :
Pada proses pertama ini setelah bauksit ditambang
kemudian bauksit direaksikan dengan larutan NaOH. Aluminium oksida akan larut
membentuk NaAl(OH)4 dengan reaksi :
Al2O3 (s) +2NaOH (aq) +
3H2O (l) à 2NaAl(OH)4
(aq)
Kemudian larutan disaring filtrat yang
mengandung NaAl(OH)4 kemudian diasamkan dengan mengalirkan gas
karbon dioksida sehingga aluminium akan mengendap sebagai Al(OH)3 dengan
reaksi :
2NaAl(OH) (aq) + CO2 (g) à 2Al(OH)3
(s) + Na2CO3 (aq) + H2O (l)
Kemudian endapan Al(OH)3 disaring
dan dikeringkan dan dipanaskan sehingga diperoleh Al2O3
tak berair
2Al(OH)3 (s) à Al2O3 (s) + 3H2O (g)
3.
Penggunaan :
a.
Banyak dipakai dalam industri pesawat
b.
Untuk membuat konstruksi bangunan
c.
Dipakai pada berbagai macam aloi
d.
Untuk membuat magnet yang kuat
e.
Tawas sebagai penjernih air
f.
Untuk membuat logam hybrid yang dipakai pada pesawat
luar angkasa
g.
Membuat berbagai alat masak (Al 90% Mg 10%)
h.
Menghasilkan permata bewarna-warni: Sapphire,
Topaz,dll.
4.
Bahaya :
a.
Meskipun toksisitas akut sangat rendah, efek
kesehatan dari aluminium yang menarik mengingat terjadinya luas dari elemen
dalam lingkungan dan dalam perdagangan.
b.
Karena aluminium bersaing dengan kalsium
untuk penyerapan, peningkatan jumlah dari aluminium makanan dapat berkontribusi
pada mineralisasi tulang yang berkurang (osteopenia) diamati pada bayi
premature.
c.
Dalam dosis yang sangat tinggi, aluminium dapat
menyebabkan neurotoksisitas, dan berhubungan dengan fungsi diubah dari
penghalang darah menuju otak.
d.
Sejumlah kecil orang alergi dengan aluminium
dan mengalami dermatitis kontak, gangguan pencernaan, muntah atau gejala lain pada
kontak atau mengkonsumsi produk yang mengandung aluminium, seperti deodoran
atau antasida.
e.
Pada mereka yang tidak alergi, aluminium
tidak begitu beracun, tapi ada beberapa toksisitas jika dikonsumsi dalam jumlah
berlebihan.
f.
Meskipun penggunaan aluminium pada peralatan
masak belum terbukti menyebabkan toksisitas, konsumsi berlebihan antasida yang
mengandung senyawa aluminium dan penggunaan berlebihan dari aluminium yang
mengandung antiperspirant memberikan tingkat eksposur yang lebih
signifikan. Studi telah menunjukkan
bahwa konsumsi makanan yang bersifat asam atau cairan dengan aluminium secara
signifikan meningkatkan penyerapan aluminium dalam tubuh sehingga meningkatkan
akumulasi aluminium pada saraf dan jaringan.
No comments:
Post a Comment