1.
Keberadaan di
alam :
Merupakan unsur peringkat keduabelas sesudah
oksigen pada kulit bumi. Di alam terdapat sebagai fluoroapatit, Ca5(PO4)3F,
fosforusit, Ca3(PO4)2, hidroksi apatit, Ca5(PO4)3(OH).
Terdapat sebagai batuan fosfat(tidak
ditemukan dalam keadaan bebas) yaitu :
-
Fosforit (Ca3(PO4)2)
-
Fluoroapatit
(CaF2.3 Ca3(PO4)2)
2.
Pengolahan :
Dapat
dilakukan dengan memanaskan campuran Ca3(PO4)2,
pasir dan karbon pada suhu 1300°C dalam suatu tanur listrik (Proses Vohler)
2 Ca3(PO4)2
+ 6 SiO2 → 6 CaSiO3 + P4O10
P4O10
+ 10 C → P4 + 10 CO
3.
Penggunaan :
a.
Fosforus putih untuk pembuatan asam sulfat.
b.
Fosforus merah untuk korek api.
c.
Sebagai bahan dasar pada pembuatan pupuk
fosfat dan superfosfat, amohpos, atau NPK di industri pupuk.
4.
Bahaya :
a.
Fluorophosphate ester adalah paling kuat
neurotoksin yang dikenal. Berbagai macam
senyawa organophosphorus digunakan untuk toksisitas mereka untuk organisme
tertentu sebagai pestisida ( herbisida, insektisida, fungisida, dll) dan
weaponised sebagai agen saraf. Sebagian besar fosfat anorganik relatif tidak
beracun.
b. Fosfor putih tidak menimbulkan bahaya yang
signifikan karena terbakar di udara dan menghasilkan residu asam fosfat. Keracunan
fosfor putih kronis menyebabkan nekrosis dari rahang disebut "rahang
phossy”.
c. Sulfat tembaga beracun. Sulfat dapat
menghasilkan toksisitas ginjal dan otak serta hemolisis intravaskular.
d. Fosfor putih memiliki efek yang sangat besar jika masuk ke dalam tubuh. Serbuk ini mudah menempel pada kulit dan mudah tersulut. Serbuk yang dengan mudah digunakan untuk membakar manusia itu efektif digunakan pada material lain seperti minyak atau bahan bakar.Fosfor dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal dan bisa juga pada hati. Diduga penyebab dari kerusakan-kerusakan tersebut adalah masuknya inorganik fosfor kedalam peredaran darah. Luka bakar yang diakibatkan fosfor terkenal sangat mematikan serta dapat mengakibatkan tubuh keracunan. Jika masuk ke dalam tubuh, fosfor menempel pada jaringan otot dan terakumulasi pada hati dan ginjal, mengakibatkan gagalnya fungsi organ vital ini. Orang yang keracunan fosfor putih akan menderita sakit kepala intensif serta muntah-muntah.
Kulit yang terpapar oleh fosfor mengalami lesi dimana jaringan tubuh mengalami keabnormalan. Lesi ini bisa meluas sampai seluruh fosfor diserap tubuh atau area di sekitar lesi kehabisan oksigen. Pasien akan merasa sangat sakit jika berendam di air dingin. Luka akan membentuk jaringan nekrotik berwarna kekuningan, berbau seperti bawang putih dan bersinar dalam kondisi gelap (fosfor bisa menyala dalam gelap).
Kulit yang terpapar oleh fosfor mengalami lesi dimana jaringan tubuh mengalami keabnormalan. Lesi ini bisa meluas sampai seluruh fosfor diserap tubuh atau area di sekitar lesi kehabisan oksigen. Pasien akan merasa sangat sakit jika berendam di air dingin. Luka akan membentuk jaringan nekrotik berwarna kekuningan, berbau seperti bawang putih dan bersinar dalam kondisi gelap (fosfor bisa menyala dalam gelap).
No comments:
Post a Comment